Karbon

Pendahuluan

Karbon adalah unsur kimia dengan nomor atom 6 dan massa atom 12,011115. Merupakan unsur bukan logam. Dalam bentuk arang, berwarna hitam, dalam bentuk grafit, berwarna abu-abu, dalam bentuk intan murni, tidak berwarna (http://id.shvoong.com/exact-sciences/chemistry/2119913-pengertian-karbon/#ixzz1liP4eebU, 2012).

 

Daur Karbon

Daur karbon merupakan salah satu siklus biogeokimia dimana terjadi pertukaran / perpindahan karbon antara bidang-bidang biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer siklus karbon sangat terkait dengan oksigen, terutama dalam hal fotosintesis dan respirasi.

Proses Daur karbon ialah karbon akan diambil dari udara oleh organisme fotoautotrof (tumbuhan, ganggang, dll yang mampu melaksanakan fotosintesis). organisme tersebut, akan memproses karbon menjadi bahan makanan yang disebutkarbohidrat, dengan proses kimia sebagai berikut :

6 CO2 + 6 H2O (+Sinar Matahari yg diserap Klorofil) ↔ C6H12O6 + 6 O2

Karbondioksida + Air (+Sinar Matahari yg diserap Klorofil)↔ Glukosa + Oksigen

hasil sintesa karbohidrat itu dimakan para makhluk hidup heterotrof sebagai makanan dan oksigen untuk bernafas. Karbon di dalam sistem respirasi akan dilepas kembali dalam bentuk CO2 yang nantinya dilepaskan saat pernafasan. Selain pelepasan CO2 ke udara saat pernafasan, para detrivor (pembusuk) juga melepaskan CO2 ke udara dalam proses pembusukan. Manusia juga tidak kalah peran dalam proses ini. Hasil segala pembakaran, mulai dari pembakaran sampah, pembakaran bahan bakar minyak di dalam kendaraan bermotor, asap pabrik, dan lain-lain juga melepaskan CO2 ke udara. CO2 di udara nantinya akan ditangkap oleh tumbuhan lagi dan siklus mulai dari awal lagi.

Di daratan, proses pengubahan CO2 menjadi karbohidrat dan melepaskan oksigen dilakukan oleh tumbuhan darat, sebaliknya, di daerah perairan, peran ini dimainkan oleh organisme-organisme fotoautotrof perairan seperti ganggang, fitoplankton, dan lain-lain. begitupula dengan peran yang melepaskan CO2 ke udara. Hal itu dilaksanakan oleh para detrovor dan organisme heterotrof. Di daratan ada manusia, kambing, sapi, harimau, dll. di lautan ada berbagai jenis ikan dan makhluk-makhluk perairan http:// kamuspengetahuan-.blogspot.com/2011/08/daur-siklus-karbon-dan-oksigen.html, 2012).

 

 

Perdagangan Karbon

Emisi (buangan) industri merupakan sumber kerusakan utama terbentuhya karbon di atmosfir yang menyebabkan terjadinya pemanasan bumi (“global warming”) dan perubahan iklim. “Kyoto Protokol 1997” dengan United Nation Framework Convention on Climate Change-nya membuat suatu mckanisme baru dimana negara-negara industri dan negara penghasil polutan terbesar diberi kesempatan untuk melakukan kompensasi dengan cara membayar negara-negara berkembang untuk mencadangkan hutan tropis yang mereka miliki sehingga terjadi “sequestration” atau penyimpanan sejumlah besar karbon. Maka dikenal istilah perdagangan karbon (http://www.cifor.org/publications/Html/AR-98/Bahasa/Carbon.html, 2012).

Perdagangan karbon adalah mekanisme berbasis pasar yang memungkinkan terjadinya negosiasi dan pertukaran hak emisi gas rumah kaca. Mekanisme pasar yang diatur dalam Protokol Kyoto ini dapat terjadi pada skala nasional maupun internasional sejauh hak-hak negosiasi dan pertukaran yang sama dapat dialokasikan kepada semua pelaku pasar yang terlibat (Wikipedia, 2012).

Pemilik industri yang menghasilkan CO2 ke atmosfer memiliki ketertarikan atau diwajibkan oleh hukum untuk menyeimbangkan emisi yang mereka keluarkan melalui mekanisme sekuestrasi karbon (penyimpanan karbon). Pemilik yang mengelola hutan atau lahan pertanian bisa menjual kredit karbon berdasarkan akumulasi karbon yang terkandung dalam pepohonan di hutan mereka. Atau bisa juga pengelola industri yang mengurangi emisi karbon mereka menjual emisi mereka yang telah dikurangi kepada emitor lain.

 

Hutan Dalam Perdagangan Karbon

            Dalam daur karbon, tumbuhan mampu menyerap CO2 di udara dan menghasilakn O2, hal ini menunjukan bahwa hutan mampu menyerap gas CO2 yang dikeluarkan dari aktifitas maskhluk hidup secara keseluruhan, sehingga keseimbangan dapat terjaga.

            Mendasari Protokol Kyoto dengan mewujudkan Mekanisme Pembangunan Bersih, Pemerintah telah memberikan batasan kriteria hutan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Kehutanan No. P 14 Tahun 2004, tentang Tata Cara Aforestasi Dan Reforestasi Dalam Kerangka Mekanisme Pembangunan Bersih menyebutkan bahwa hutan dalam rangka mewujudkan Mekanisme Pembangunan Bersih adalah :

  1. Luas hutan minimal 0,25 Ha
  2. Posentase penutupan tajuk 30 %
  3. Tinggi pohon minimal 5 meter

(Kelayakan kompensasi yang ditawarkan dalam perdagangan karbon, Abdul Razak)

 

Akibat Penrdagangan Karbon

Akibat dari  perdagangan karbon terhadap negara yang berkembang yang menjual karbon adalah negara-negara berkembang tidak bisa membangun industri-industri yang mengeluarkan emisi, karena karbon yang mereka punya telah dijual untuk negara-negara maju dan itu membuat ketergantungan industri terhadap negara maju. Padahal nilai kompensasi itu tidak berarti apa-apa bagi mereka dengan keuntungan yang dihasilkan dan dijual kembali kepada negara-negara berkembang. Inilah yang mungkin disebut kebohongan negara-negara maju terhadap negara-negara miskin dan berkembang.

Hubungan Perdagangan Karbon dengan Perubahan Iklim

Ada lima gas yang dapat menyebabkan efek global warming yaitu Carbondiokside, metan, nitrous oxide, sulfur heksaflouride, dan HFC. Dampak global warming terhadap kehidupan manusia telah memunculkan serangkaian tindakan serius dari masyarakat dunia guna melakukan upaya pencegahan efek  global warming secara lebih luas.

Dengan perubahan iklim dan global warming yang menjadi isu penting bagi para penyusun kebijakan, diperlukan analisis kebijakan isu tersebut. Berdasarkan Kesepakatan Kyoto Protocol (1997). Pendekatan yang digunakan untuk menurunkan panas bumi antara lain adalah:

  1. Mengurangi emisi karbondioksida dunia
  2. Menggunakan bahan bakar alternative
  3. Mengurangi emisi karena perubahan pemanfaatan lahan

Gagasan adanya perdagangan karbon sebagai respon terhadap Kyoto Protocol, diharapkan dapat menjadi solusi dari masalah solusi bagi masalah climate change and global warming.

 

Daftar Pustaka:

http://id.shvoong.com/exact-sciences/chemistry/2119913-pengertian-karbon/#ixzz1liP4eebU

http:// kamuspengetahuan-.blogspot.com/2011/08/daur-siklus-karbon-dan-oksigen.html

http://www.scribd.com/doc/23049083/Artikel-Carbon-Dan-Produk-Hutan

http://www.cifor.org/publications/Html/AR-98/Bahasa/Carbon.html

Kelayakan kompensasi yang ditawarkan dalam perdagangan karbon, Abdul Razak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s