seperti kebanyakan

Terkadang, terlintas fikiran untuk jadi orang biasa saja, menjadi seperti orang kebanyakan. Tidak perlu capek dan pusing mengurusi orang lain, tapi hanya sibuk untuk diri sendiri.

Yah, begitulah.. adakalanya seseorang ketika merasa lelah, merasa jenuh, ingin dimengerti dan kerap bersikap egois, hanya memikirkan diri sendiri, tak mau ambil pusing dengan masalah yang terjadi di sekitar. padahal, sebagai makhluk sosial, kita tak bisa hidup sendiri. bukankah ketika kita memberikan kemudahan untuk urusan orang lain, lalu Allah akan memudahkan urusan kita.

Jangan tergiur, ketika lintasan fikiran itu datang. kenapa? karena seperti yang di tuturlan oleh Muhammad Fauzil Adhim dalam bukunya Mencari ketenangan di tengah kesibukan, bahwa Al Quran sering menyebit istilah ‘kebanyakan’ dengan menunjukan kualitas mental yang buruk, mudah terpengaruh, tidak berpikir jernih, mudah lalai dan lengah, mudah ingkar, tidak beriman, fasik, tidak bersyukur, dan mudah mengalami kesesatan.

jadilah orang yang sedikit itu, yang tersaring..

orang yang ‘peka’, yang peduli. 

orang yang selalu menebarkan kebaikan

selama kita bisa menjadi orang yang luar biasa, knp kita hanya mau jadi orang biasa seperti orang kebanyakan?

ayo bangkit.. mau?

One thought on “seperti kebanyakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s