Suka Duka Tesis

Perjalanan menyelesaikan tesis, ada suka ada duka. Kadang lucu kalau diingat-ingat. Dimulai dari ketika penyusunan tema, sampai beberapa kali ganti tema. Akhirnya dipilihnya satu tema. Kemudian masuk kedalam tahap pencarian data. Awalnya lewat internet, kemudian cari langsung di lapangan dan ternyata birokrasi untuk mendapatkannya lumayan susah, padahal Cuma nyebar kuesioner. Akhirnya ganti pembahasan, yang tadinya jalan tol, menjadi gedung. Pencarian data kali ini lumayan susah juga, knp karena tidak ada partner, shingga harus mencari sendiri. Tetapi Alhamdulillah ada teman-teman yang siap membantu.

Ketika pengolahan data, banyak terjadi kebimbangan/kebingungan/kegalauan. Sempat nyesel juga, kenapa dari awal gak banyak baca. Tetapi memang tidak ada kata terlambat untuk belajar. Setelah saya mencara-cari literature, baca sana baca sini, searching, akhirnya saya menemukan jalan keluarnya. Dengan dosen pembimbing yang luar biasa dan tidak banyak menuntut, yang penting saya mengerti, begitu katanya, saya pun diberikan kemudahan untuk maju sidang.

Sebelum majua sidang, mungkin karena pengerjaan tesis yang selalu mendominasi, hinga sampai mimpi pun, masih bermimpi mengerjakan tesis. Hingga suatu ketika, saat ikut mabit dengan teman-teman Fajrul Islam, saat itu kami memang mulai tidur mulai larut malam, sekitar jam 1 dan ada alarm yang berbunyi sekitar jam 3, saya berbicara dlm hati, ini alarm frekuensinya brp kali, ko ga mati2 (haha, Karen ingetnya statistic mulu). Ketika SMA pelajaran matematika yang saya luring suka adalah pembahasan mengenai statistic, dan sekarang saya harus berhadapan dengan statistic. Tetapi Allah selalu memberikan pertolongan, Alhamdulillah sekarang sudah ada software untuk mengolah data statistic.

Dan Akhirnya saya mendapatkan acc untuk maju sidang. hingga 1 hari sebelum sidang, saya masih tidak percaya, apakah benar besok sidang, dan dulu sempat berfikir dan putus asa tidak yakin klo saya bisa menyelesaikan tesis ini.

Menjelang pemberangkatan sidang, agak sedikit repot, dan akhirnya kami sepakat untuk naik taxi. Sampai di tempat tujuan, kami (waktu itu yang maju sidang: saya, aisyah, debby, ami, agus dan hasan) masing2 belajar dan latihan presentasi. Awalnya saya biasa saja, tenang. Tetapi, ketika sudah dibagi ruangan suidang, hati jadi dag-dig-dug. Setelah tau bahwa saya maju terakhir, akhirnya saya memutuskan untuk sholat ashar terlebih dahulu, dan akhirnya perasaan saya jadi lebih tenang.

Suasana di dalam ruangan sidang tidak terlalu menyeramkan (hahaa), dan Alhamdulillah pertanyaan yang diberikan oleh dosen pembimbing tidak ada yang menjatuhkan. Hingga sampai pada pengumuman kelulusan, kami semua yang sidang hari itu lulus, dan ketika di suruh menyampaikan kesan dan pesannya saya yang disuruh menyampaikan, gak tau apa yang harus disampaikan akhirnya saya bicara, “awalnya sebelum sidang, saya merasa deg-degan, tetapi ketika setelah sholat menjadi lebih tenang, dan ini berbanding lurus dengan sikap dosen penguji”. Saya mengatakan itu spontan saja, kebanyakan yang ada di ruangan berkomentar dengan pernyataan “berbanding lurus”, bahakan ada yang komentar, itu korelasinya sudah dihitung atau belum.. ahahaa.. padahal saya mengucapkannya spontan (dan ketika mengucapkan itu, pikiran saya menggambarkan kurfa x, dan y, yang menggambarkan perbandingan lurus.). ternyata setelah sidang pun masih terbayang tesis itu. -_____-‘

Luar biasa ya si tesis.. hahaha

Salah satu pelajaran yang bisa di ambil adalah, yakin akan pertolongan Allah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s