Mengambil Hikmah dari Penaklukan Konstantinopel

‘sungguh konstantinopel akan ditaklukan oleh kalian. maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukannya’ (HR. Ahmad)

Salah satu materi yang di dapat ketika mengikuti pesantren gaul akhir tahun komunitas sukses mulia adalah sejarah penaklukan kosntantinopel yang disampaikan oleh ust. Felix Siauw.

memantaskan diri itu ternyata penting ya..

hadist tersebut mampu menginspirasi para sahabat untuk menaklukan kota konstantinopel. di mulai dari Abu Ayyub Al Anshari pada masa bani umayah, Maslamah bin abdul malik, Harun Ar Rasyid, Sultan Beyazid I, Sultan Murad II dan Muhammad II yang kemudian dikenal dengan Muhammad Al Fatih.

Muhammad Al Fatih —> Muhammad sang penakluk.

muhammad II adalah putra dari Sultan Murrad II. syaikh Ahmad Al-Kurani dan Syaikh Aaq Syamsuddin merupakan guru yang paling berpengaruh dalam pendidikannya. Dalam Hadits di atas disebukan bahwa konstantinopel akan ditaklukan oleh sebaik-baik pemimpin.

maka muhammad II setiap hari memantaskan diri untuk bisa menjadi sebaik-baik pemimpin yang bisa menaklukan kota itu. tidak hanya panglima yang terbaik, tetapi pasukannya pun merupakan pasukan terbaik. selain memantaskan diri dengan meningkatkan kualitas diri, muhammad II pun melatih para prajuritnya untuk menigkatkan kualitas mereka.

singkat cerita pada tahun 1453 konstantinopel pun bisa ditaklukan. jika kita melihat dari dari penaklukan tersebut, ada pelajaran yang bisa kita ambil :

1. tentang keyakinan dan optimis bahwa janji Allah dan Rasulnya pasti benar.

2. kemenangan itu akan diraih oleh orang yang pantas dan pasukan yang pantas

3. jika kita yakin bahwa Islam pasti berjaya, maka kita pun harus memantaskan diri untuk bisa berjuang meraih kejayaan itu.

jadi, kesimpulannya adalah memantaskan diri itu penting untk mendapatkan kemenangan. bagaimana kita bisa memantaskan diri untuk menjadi penakluk. untuk menjadi lebih baik pasti akan selalu ada rintangan. Tetapi masa kita mau menyerah.. SEMANGAT!

dan serigala itu tidak mungkin makan domba yang sendirian. oleh karena itu, berkelompoklah, tetaplah bergabung dalam jamaah. supaya tidak ada serigala yang berani memangsa..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s