Mengambil Hikmah dari kisah Abu Lahab

“Binasalah kedua tangan abu Lahab dan Sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.Yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS Al Lahab : 1-5)

Pagi ini, ketika melihat salah satu program Tv favorit saya, di salah satu stasiun tv swasta, saya terterik untuk menuliskannya. program tv ini membahas mengenai sejarah islam. dan edisi pagi ini mengisahkan tentang bagaimana kita bisa mengambil hikmah dari kisah Abu Lahab dan istrinya.

Abu Lahab merupakan salah satu paman Nabi SAW. ketika nabi lahir, Abu Lahab sangat senang mendengar kabarnya, bahkan budak yang mengabarkannya pun langsung dibebaskan. Abu Lahab amat sayang pada Muhammad kecil, hingga ketika kakek nabi, Abdul Muthalib akan meninggal, Abu Lahab yang meminta untuk mengasuh Muhammad kecil. Tetapi pengasuhan itu diserahkan pada Abu Thalib. Tetapi, hal ini berubah ketika Rasulullah mendapatkan wahyu. Abu Lahab menjadi orang yang paling depan memusuhi dan menghalang-halangi dakwah Rasulullah SAW.

Ketika turun wahyu pada Rasulullah SAW untuk berdakwah secara terang-terangan kepada manusia, Rasulullah berdiri di bukit seraya berkata, “wahai sahabat!”. kemudian orang-orang Quraisy pun berkumpul.  Beliau melanjutkan, “Bagaimana menurut kalian jika aku bercerita kepada kalian bahwa musuh akan menyerang kalian pagi atau sore hari? Apakah kalian percaya kepadaku?” Mereka menjawab, “Kami percaya.” Beliau berkata, “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan tentang siksaan yang pedih.” Abu Lahab berkata, “Celakalah kamu, apakah hanya untuk ini kamu mengumpulkan kami!” 

Maka Allah segera menurunkan surat Al Lahab. karena turunnya ayat ini, Abu Lahab merasa dihina, kemudian menyuruh putranya yang menikah dengan putri Nabi SAW, untuk menceraikan isterinya.

Pada perang badar, keadaan saat itu sedang sakit. kemudian ia mengutus seseorang (lupa namanya) untuk menggantikannya perang, dengan imbalan hutang-hutangnya menjadi lunas. 

setelah perang badar berakhir yang dimenangkan oleh pasukan kaum muslimin. keadaan Abu Lahab semakin memburuk karena penyakitnya. dikabarkan penyakitnya itu penyakit yang amat langka dan menjijikan. hingga akhirnya ia pun meninggal dalam keadaan hina, karena tidak ada yang mau mengurusi kematiannya hingga 3 hari dibiarkan begitu saja. hingga hari ketiga, saat hendak dikuburkannya pun di dorong begitu saja kemudian langsung dikuburkan.

Himah yang bisa di ambil :

1. Abu Lahab adalah salah satu paman nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat memusuhi nabi dan suka menyakiti beliau. Oleh sebab itulah Allah mencelanya dengan celaan yang sangat keras yang akan berbuah kehinaan baginya hingga hari kiamat tiba (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman [2/1307]).

2. Sebuah sunnatullah di dalam dakwah, bahwa seorang da’i senantiasa dihadapkan dengan musuh-musuh yang menentang dan merongrong dakwahnya.

3. setiap masa dalam dakwah, ada ujiannya masing-masing. mungkin ujian kita saat ini belum ada apa-apanya dibandingkan dengan perjuangan Rasulullah SAW dan para pendahulu kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s