Bolehkah Acuh??

Salahkah jika acuh dan tak peduli? lalu, kenapa kita pun ikut berdosa jika melihat kemungkaran tetapi membiarkannya saja?

Dalam lubuk hati yang paling dalam, ada bisikan, kan masalah saya juga banyak, kenapa cape-cape harus memikirkan masalah orang lain? apalagi jika orang-orang tersebut juga tak pernah peduli dengan masalah saya. terus masalah buat loe? (haha, apa coba)

pernahkah terfikir seperti itu?

Sahabat, agama Islam mengajarkan untuk saling mengingatkan, saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Jika tidak saling mensehati, maka kedzaliman akan merajalela. Dan ketika meliah kemaksiatan, kita berdiam diri, maka kita akan berdosa. Padahal, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa jika kita melihat kemungkaran, maka kita mencegahnya dengan 3 hal, tangan, mulut dan hati, dengan mengingkarinya dalam hati, dan inilah selemah-lemahnya iman. jika mengingkari dengan hati adalah selemah-lemahnya iman, lalu bagaimana jika kita tetap acuh?

Sahabat, tetaplah bersemangat, dalam menyebarkan kebaikan, dalam saling menasehati dan mengingatkan. Bahkan saat saat perjuangan itu dirasa begitu berat, merasa sendiri. Yakinlah, Allah pasti akan selalu menolong hambaNYa. Yakinlah akan janjiNya.. dan jika kita renungkan, perjuangan kita saat ini belum ada apa-apanya dibandingkan para pejuang terdahulu.. so tak ada alasan untuk kita mundur dan berdiam diri..

#Nasihat untuk diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s