Amanah

Mutarabbi, bagi saya adalah amanah, titipan yang harus dijaga. 
Pertemuan pertama saat mengisi sebuah kelompok, hal yang harus saya lakukan selain mengenal dan mengingat nama mereka adalah berusaha menautkan hati dengan mereka. 
Saat tidak hadir tanpa kabar, hati ini bertanya, ada apakah? Apakah baik2 saja? 
Saat melihatnya tumbuh berkembang menjadi lebih baik, ada kegembiraan. 
Saat melihatnya mulai kurang semangat dan ogah2 an, kembali bertanya pada diri, adakah yang salah di diri ini? Tentu banyak. Astaghfirullah.. 
Kadang ada perasaan tidak pantas untuk memeganh amanah ini. Tetapi, jika ditinggalkan, apakah mau menjadi orang yang hany menonton saja? Timgal, diam, bersama orang2 yang duduk. Dan salah satu yang embuat kuat bertahan adalah mereka. Keceriaan, semangat, tawa canda dll itu semua yang membuat saya rindu ingin bertemu… 

Ana uhibukum fillah… 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s