Menuntut Perhatian

Menuntut perhatian dari saudara/teman rasanya menjadi hal yang sangat menggelikan ketika kita hanya menuntut tanpa kita memberi. Ketika kita menuntut, akan hal apa pun, renungkan sudahkah hal itu kita lakukan untuk orang lain?

Miris rasanya, saat seorang teman dengan ade kelas melihat kondisi ke kamar, kemudian sang ade bertanya, “kakak sedang sakit?” lalu teman menjawab, “ah engga, diamah emang begitu”.

Mungkin hati ini terlalu sensitive. Tetapi setidaknya, jika tidak bisa memberikan rasa empati atau perhatian, janganlah malah menjatuhkan. Yah minimal gak peduli lah, tapi jangan menjatuhkan.

Introspeksi kembali pada diri ini, mungkin apa yang saya berikan untuk teman, untuk sahabat, untuk saudara, untuk orang tua, masih kurang. Dan ALLAH memberikan kesempatan kepadaku untuk memperbaikinya dengan cara ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s